Sedang seru bermain FM 2012 di komputer, tiba-tiba konsentrasi saya sedikit terbagi. Bapak saya sedang menonton sidang paripurna di ruang tamu, terdengar ricuh dan ribut. Pikir saya sudah biasa, memang selalu seperti itu, kemudian lanjut bermain kembali. Makin lama sidang makin rusuh, hujan interupsi makin deras, namun saya masih tidak beranjak dari kursi.
Sampai kemudian terdengar suara lantang bernyanyi, “Tak gendong, kemana-mana. Tak gendong, kemana-mana”. Sudah gila! Buat apa orang itu bernyanyi ditengah sidang yang nantinya menentukan apakah harga BBM jadi naik atau tidak? Makin lama sidang paripurna ini makin menjadi lelucon. Saya keluar kamar dan ikut menyaksikan jalannya sidang, tak sampai 10 menit saya masuk lagi ke kamar, cukup dengar suaranya saja.
Hanya dengar suaranya saja sudah cukup membuat kesal, para wakil rakyat yang termulia itu saling berebut untuk bicara, saling menimpali omongan yang belum terselesaikan. Suasananya persis seperti di kelas yang sedang tidak ada guru. Ketua sidang sama sekali tidak dianggap, karena memang mencla mencle. Sedikit bertanya kepada bapak saya, ternyata sidang sempet di skors tanpa waktu yg jelas kemudian di mulai kembali sekitar jam 10. Mereka memperdebatkan opsi-opsi, entah apalah itu, saya tidak mengerti politik. Intinya BBM jadi naik atau tidak. Dan pada akhirnya ketua sidang menginstruksikan untuk (ujung-ujungnya) voting. Sungguh sidang yang sangat tidak efektif, buat apa musyawarah kalau pada akhirnya ditentukan oleh voting?
Eh, hanya tinggal voting saja masih ricuh, malah makin rusuh. Beberapa fraksi masih mengganggap ada hal yang belum jelas dari opsi-opsi yang ditawarkan. Singkat cerita, sidang diperpanjang selama 1 jam, tapi 30 menit dihabiskan hanya untuk voting perpanjangan sidang dengan ricuh. Dan lagi-lagi bapak ketua sidang mencla mencle, sebagai seorang ketua dia punya hak untuk memutuskan, tapi karena sudah tidak adanya wibawa, maka yang ada hanyalah sidang tanpa pimpinan.
Rebutan bicara – Ricuh – Interupsi – Ketua mencoba menenangkan – Dibantah peserta sidang – Rusuh – Teriak Merdeka – Teriak Allahu Akbar – Begitu seterusnya. Sampai pada akhirnya ketika voting dilakukan, 2 Fraksi melakukan aksi walk out. Kalau saya orang Inggris, maka saya akan berkata, “What the fuck?”. Bukan karena 2 fraksi itu walk out di tengah proses voting, tapi karena fraksi lain yang mengolok mereka dengan nada suara yang ngenyek. “Selamat jalan..”, “Anda kalah..”, “Semoga bahagia ya..”, persis seperti seorang anak sekolah yang diejek karena hanya dia yang tidak mempunyai Playstation.
WAKIL RAKYAT NDAS’MU MLOCOT?? Memangnya saya mau diwakili orang-orang tidak tahu aturan seperti kalian?? Memangnya saya mau diwakili bapak-bapak yang bertingkah laku seperti anak-anak?? Memangnya saya mau diwakili orang-orang tidak tahu malu seperti kalian?? Tidak terima kasih, untuk kalian di DPR yang mengaku mewakili kami namun belum tentu untuk kepentingan kami. Saya diwakili oleh diri saya sendiri di negeri yang amburadul ini, memang saya juga belum tentu benar, tapi setidaknya saya tahu saya tidak akan seperti mereka (mudah-mudahan, amin). Dan kalian, mau diwakilkan oleh siapa lagi sekarang?
